InformasiPhatas.com || Surabaya - Pena Bersayap merayakan hari jadinya yang pertama pada Senin 12 Januari 2026. Perayaan berlangsung khidmat namun penuh kehangatan di kawasan Pucang Sewu, Jalan Kalibokor Selatan No. 2, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur.
Acara peringatan 1 tahun Media Pena Bersayap juga di dukung oleh pemerintahan propinsi Jawa Timur. TNI. Polri. FKBN surabaya. PWDPI Jatim. Kominfo Jatim. SMA Muhamadiyah. SMA Khauripan. Kecamatan Gubeng.
Momentum satu tahun ini tidak sekadar seremoni, namun menjadi ajang refleksi perjalanan jurnalistik, penguatan komitmen independensi media, serta peneguhan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi.
Acara dihadiri langsung oleh Pimpinan Redaksi Pena Bersayap Supono, S.H., pemilik media H. Rahim Sinar yang akrab disapa Aba Sunar, jajaran redaksi, wartawan, mitra media, serta tamu undangan dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Supono, S.H. menyampaikan rasa syukur atas eksistensi Pena Bersayap yang mampu bertahan dan terus berkembang di tengah dinamika dunia pers nasional.
“Satu tahun ini adalah proses pembelajaran.
Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan berita yang berimbang, akurat, beradab, dan bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik,” tegasnya.
Sementara itu, Aba Sunar menekankan bahwa media online memiliki tanggung jawab besar sebagai jembatan informasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan.
“Pena Bersayap akan terus memperkuat kualitas pemberitaan, memperluas jaringan, dan tetap berpihak pada kepentingan publik,” ujarnya.
Gus Aulia, SE., SH., MM., M.Ph Hadir sebagai Tamu Kehormatan dan Narasumber
Yang menjadi perhatian khusus dalam perayaan ini adalah kehadiran Gus Aulia selaku Ketua Presidium Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI).
Gus Aulia hadir sebagai tamu kehormatan sekaligus narasumber, memberikan arahan strategis dan pesan moral kepada insan pers yang hadir.
Dalam dialog kebangsaan tersebut, Gus Aulia menekankan tiga prinsip utama yang wajib menjadi pegangan setiap jurnalis.
Pertama, jurnalis harus terus meningkatkan kapasitas diri, baik secara intelektual maupun etika.
“Sebagai insan jurnalis, kita harus mampu belajar anggun dalam langkah dan cakap dalam intelektual. Pahami dan kuasai aturan hukum, khususnya KUHP dan KUHAP terbaru yang sudah berlaku,” tegasnya.
Menurut Gus Aulia, pemahaman hukum adalah benteng utama agar wartawan tidak mudah dikriminalisasi sekaligus tidak terjerumus dalam praktik jurnalistik yang melanggar aturan.
Kedua, ia mengingatkan agar wartawan tidak bersikap transaksional terhadap media tempatnya bernaung.
“Jangan pernah kamu tanyakan apa yang sudah kamu peroleh dari mediamu, tetapi tanyakanlah apa yang sudah kamu berikan untuk mediamu,” ujar Gus Aulia dengan nada tegas.
Ia menilai loyalitas, dedikasi, dan kontribusi nyata wartawan adalah fondasi utama lahirnya media yang kuat, independen, dan bermartabat.
Ketiga, Gus Aulia menekankan bahwa jurnalis harus selalu mengedepankan fakta, keberanian, dan keberpihakan pada kebenaran.
“Jurnalis harus maju tak gentar membela kebenaran. Terutama masyarakat kecil yang terzalimi, jangan sampai justru tersakiti oleh pemberitaan yang tidak adil,” tandasnya.
Seruan Persatuan Wartawan untuk NKRI
Menutup pemaparannya, Ketua Presidium DPP PWDPI tersebut menyerukan pentingnya persatuan dan kesatuan wartawan lintas media, daerah, dan provinsi.
“Mari kita eratkan persatuan dan kesatuan wartawan di seluruh penjuru kota, daerah, dan provinsi. Jadikan kita satu kekuatan besar sebagai pilar keempat demokrasi untuk menopang keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
Acara peringatan satu tahun Pena Bersayap kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Suasana penuh kekeluargaan mencerminkan soliditas internal redaksi serta dukungan mitra yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan media tersebut.
Dengan semangat satu tahun pengabdian, Pena Bersayap menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh sebagai media online yang profesional, independen, kritis, dan berpihak pada kepentingan publik, sejalan dengan nilai-nilai jurnalisme yang berintegritas.(UD)
Editor. Kancil