InformasiPhatas.com || Gresik - Mengusung tema "Peran Perempuan dalam Pembangunan Desa" Dinas (KBPPPA) Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gresik menggelar kegiatan Sinau Bareng DPRD, bertempat di Balai Desa Dooro, Kecamatan Cerme, Selasa (18/11/2025).
Rutinitas kegiatan Sinau Bareng DPRD ini menjadi ruang dialog yang produktif dan sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah melalui Dinas KBPPPA Gresik, DPRD Kabupaten Gresik, dan masyarakat melalui perwakilan perempuan hebat di tiap desa dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif, berkeadilan gender, dan ramah perempuan
Dihadiri perwakilan anggota DPRD Gresik Komisi IV Fraksi PKB Hj. Jamiyatul Mukarromah, S.Pd.I., Abdullah Munir Fraksi Gerindra sebagai narasumber, Keduanya membawakan materi yang menyoroti pentingnya partisipasi dan pemberdayaan perempuan dalam proses pembangunan ekonomi keluarga bahkan desa.
Sementara itu, Titik Rositawati, S.E., M.M. Penyuluh Sosial Ahli Muda di lingkungan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik. Menyampaikan terimakasih kepada pihak Pemerintah Desa Dooro, para narasumber, serta peserta yang terdiri dari Ibu-ibu Sekolah Perempuan (Sekoper) dan Bunda Puspa. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas perempuan agar lebih berdaya dan aktif dalam proses pembangunan ekonomi keluarga maupun pembangunan desa yang berkeadilan gender.
Peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, diskusi menyoroti pentingnya partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan desa, tidak hanya untuk memperkuat posisi perempuan dalam pengambilan keputusan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan “Ruang Bersama Indonesia” ruang sosial yang inklusif, setara, dan berpihak pada hak-hak perempuan serta anak.
Sementara itu, Ibu Hj. Jamiyatul Mukarromah, S.Pd.I. menjelaskan, peran dan fungsi DPRD dalam mendukung kebijakan yang ramah terhadap perempuan, termasuk keterlibatan perempuan dalam pembangunan sosial, peran penting dalam pembangunan generasi penerus sebagai pendidik utama di dalam keluarga (madrasah pertama) dan sebagai pilar dalam ketahanan keluarga, bahkan perempuan juga berkesempatan berkontribusi dalam pengambilan keputusan di berbagai tingkatan, dari tingkat keluarga hingga negara, untuk memastikan pembangunan yang inklusif.
Menurutnya, pemberdayaan bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kapasitas perempuan agar dapat berpartisipasi lebih luas dan aktif dalam semua lini pembangunan, melalui pemberdayaan, perempuan didorong untuk terlibat dalam proses perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengawasan, baik di tingkat keluarga, desa, maupun negara. Dengan adanya pemberdayaan perempuan penting untuk mewujudkan kesetaraan gender, yang pada akhirnya akan berdampak pada kemajuan ekonomi desa, seperti peningkatan PDB, dan menciptakan masyarakat yang lebih aman dan sehat.
Disisi lain, Abdullah Munir anggota DPRD Gresik Komisi IV Fraksi Gerindra berfokus pada peran penting perempuan pada sektor potensi ekonomi yang bisa dikerjakan sesuai program Dinas KBPPPA agar dapat dirasakan, karena program pemberdayaan perempuan penting untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup, dan menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan salah satunya dari penguatan pendapatan perempuan melalui UMKM atau Usaha Rumah lainnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif dalam pertanian, usaha mikro (kerajinan, kuliner), dan sektor ekonomi kreatif lainnya. Keterlibatan ini membantu meningkatkan pendapatan keluarga, menciptakan lapangan kerja baru, dan berkontribusi pada ketahanan pangan.(UD Team)
Editor. Kancil